Artikel

Jangan Abaikan Demam dan Sariawan pada Anak, Kenali HFMD Sebelum Makin Berat

18 Juni 2026
PUSKESMAS PERUMNASUTARA
41
Bagikan ke
Jangan Abaikan Demam dan Sariawan pada Anak, Kenali HFMD Sebelum Makin Berat

Melihat anak yang biasanya aktif dan lahap makan tiba-tiba menjadi rewel, susah makan, bahkan menolak minum tentu membuat orang tua merasa khawatir. Kondisi ini sering kali dianggap sebagai sariawan biasa atau flu ringan. Padahal, gejala tersebut bisa menjadi tanda HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease) atau Flu Singapura, penyakit infeksi virus yang cukup sering menyerang anak-anak, terutama balita.

Karena mudah menular dan dapat menyebar dengan cepat di lingkungan rumah, sekolah, maupun tempat penitipan anak, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini.

Kasus HFMD pernah banyak ditemukan di Singapura dan gejalanya mirip flu, sehingga banyak yang menyebut penyakit ini dengan istilah Flu Singapura. 
HFMD merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dari kelompok enterovirus. Penyakit ini umumnya diawali dengan gejala seperti demam, badan terasa tidak nyaman, nyeri tenggorokan, dan nafsu makan yang menurun. Dalam beberapa hari, biasanya akan muncul sariawan atau luka di dalam mulut yang menyebabkan anak merasa nyeri saat makan dan minum.

Selain sariawan, penyakit ini dapat memunculkan ruam atau lenting pada telapak tangan dan  telapak kaki, sehingga penyakit ini disebut dengan penyakit kaki, tangan, dan mulut (Hand, Foot, and Mouth Disease). Meskipun sebagian besar kasus HFMD dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7–10 hari, orang tua tetap perlu memperhatikan kondisi anak, terutama asupan cairannya.

Anak yang mengalami nyeri di mulut sering kali enggan minum sehingga berisiko mengalami dehidrasi. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai antara lain bibir kering, jarang buang air kecil, terlihat sangat lemas, atau terus-menerus menolak minum. Jika kondisi tersebut muncul, sebaiknya segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan.

Pencegahan HFMD dapat dilakukan dengan membiasakan cuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan lingkungan dan mainan anak, serta menghindari kontak dekat dengan penderita yang sedang sakit.

HFMD memang bukan penyakit yang biasanya mengancam nyawa, tetapi tetap perlu mendapat perhatian karena dapat membuat anak merasa sangat tidak nyaman dan mudah menular kepada orang lain. Dengan mengenali gejala sejak awal serta memberikan perawatan yang tepat di rumah, orang tua dapat membantu proses pemulihan anak berjalan lebih optimal.

Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan agar anak-anak tetap sehat, aktif, dan terlindungi dari berbagai penyakit menular. 

Bagikan ke
Hari Jadi Kota Cirebon ke-599